PEWARTAHARIAN Puncak acara memperingati 1 Abad Nahdlatul Ulama yang jatuh pada tanggal 31januari 1926 , untuk di Provinsi Sulawesi Utara akan dilaksanakan pada hari Sabtu 7 Februari 2026.
Sebelum acara puncak yang akan digelar pada hari Sabtu malam tersebut, dipagi harinya pukul 07.00 akan dilaksanakan jalan sehat yang melibatkan berbagai unsur. malam harinya pukul 19.30 di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulut, akan memperingati malam puncaknya Harlah 1 Abad NU.
KH Basri Saenong selaku Ketua panitia memperingati hari lahirnya Nahdlatul Ulama yang jatuh pada tanggal 31januari menjelaskan, bahwa sebelumnya telah menyelenggarakan beberapa kegiatan diantaranya Halaqa bagi guru-guru yang tergabung dalam Pergunu Sulut, kemudian Bersih-bersih Masjid yang ada di Kota Manado,
malam zikir dan doa bersama, serta ziarah ke 140 makam tokoh2 NU yang tersebar diberbagai pekuburan yang terletak di kelurahan Banjer, pekuburan kelurahan Lawangirung dan pekuburan kelurahan Islam kecamatan Tuminting.
Yang menarik diakhir berbagai kegiatan tadi, sepertinya Jalan Sehat mendapat perhatian khusus dari ibu2 yang tergabung dalam kelompok majelis taklim, KWI pemuda dan remaja masjid serta perorangan Lembaga dan kelompok lainnya. Sekarang ini tercatat yang telah mendaftar sekitar 750 kelompok.
Dikatakan, kegiatan jalan sehat ini selain akan ditampilkan beberapa Drumband ada salah satu klenteng terbesar di Kota Manado akan berpartisipasi langsung dengan melibatkan seni budaya Barongsai .
Tim barongsai katanya sudah di persiapkan guna meramaikan Harlah NU tercatat sebanyak 2 kelompok.
KH Basri Saenong, yang dipercayakan PWNU Sulut untuk menakodai Harlah Seabad Nahdlatul Ulama di Sulut, mengungkapkan, bahwa kepercayaan yang diberikan kepada kita sebagai generasi penerus perjuangan NU, ini harus kita jaga sekaligus harus kita sukseskan semua kigiatan yang telah diagendakan.
Kepercayaan itu tidak saja datang dari pengurus Wilayah NU,tapi penghargaan datang juga dari keluarga tokoh2 NU yang telah mendahului kita. Begitu juga perhatian datang dari pengurus masjid sangat senang dengan kehadiran Nahdlatul Ulama di tengah2 mereka .
kami datang bukan hanya berpangku tangan tapi datang untuk membersihkan rumah ibadah mereka. Kita kata KH Basri yang juga sebagai Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Sulut, bahwa kegiatan ini sudah dilaporkan kepada Ketua PWNU Sulut Dr Drs KH Ulyas Taha MPd. Bahkan Ketua berpesan jadikanlah kegiatan bersih-bersih masjid menjadi program bersih-bersih rumah ibadah sebagai program ‘prioritas’ NU Sulut.(MIDUN LOHO)



















