PEWARTAHARIAN Komitmen Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Utara senantiasa terus mengawal kegiatan dakwah yang dilaksanakan di Wilayah kerja Sulawesi Utara.
Penegasan tersebut di sampaikan Kabag TU KH Basri Saenong, ketika mewakili Kakanwil Agama dalam arahannya pada acara pembukaan pelatihan Da’i yang bernaung dalam Forum Silaturahmi Da’i Kota Manado angkatan pertama yang berlangsungselama dua hari di salah satu hotel berbintang di Manado .
Perlu diingat katanya ,mubalik ketika menyampaikan dakwah harus secara baik dan benar. Sampaikan pesan pesan agama sesuai yang ada dalam Alquran dan Hadist. Sampaikan pesan ” moral kepada semua lapisan masyarakat dengan baik.
Berdakwah katanya lagi, bukan untuk menyinggung kelompok masyarakat tertentu. Tapi berikanlah pemahaman yang benar dan dapat diterima tanpa harus menciptakan konflik di tengah -tengah masyakarat.
Kita ini lanjut kandidat Doktor yang juga Kader
Nahdlatul ulama Sulawesi Utara bahwa berkewajiban untuk menjaga dan merawat toleransi dengan baik sebab kita semua tidak bisa di pisahkan dengan alasan apapun.
Dengan kata lain kita semua wajib pelihara toleransi antar ummat beragama.
untuk menjaga itu semua, maka berdakwalah dengan baik tidak harus senggol sana senggol sini.Berikan informasi dakwah dengan baik dan benar.
Sebab tugas seorang mubaligh untuk menyampaikan ajaran agama yang benar .
Dibagian lain di harapkan agar dai yang ikut pelatihan diangkatan pertama kali ini harus mengikuti semua materi dengan serius sebab yang akan memberikan materi adalah para ahli di bidangnya masing-masing. Kalau tidak di ikuti dengan baik maka kalian rugi dengan sendirinya.
Basri juga berharap bahwa di setiap kecamatan banyak para penyuluh dengan berbagai disiplin ilmu, yang perlu juga di berikan bekal seperti pelatihan Da’i.
Walikota Manado diwakili Kadis Tenaga Kerja Fadli Kasim, mengajak kepada semua peserta pelatihan Da’i, senantiasa berdakwalah sesuai dengan ajaran Agama Islam yang benar.
Sebelumnya ketua panitia H.Hamka Nandey ST melaporkan bahwa peserta didik Dai angkatan pertama diikuti 100 orang peserta, dengan harapan agar para dai muda ini dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas sebagai mubaligh.
H Husen Peju selaku ketua Tim pengarah berharap agar para calon-calon Dai muda ini dapat meningkatkan mutu dan kualitas berdakwah, santun dan bijaksana.
Turut memberikan sambutan Ketua Fosda Kota Manado DR Abd Latif Samal.Hadir dalan acara tersebut para tokoh Agama Islam yang ada di Sulut.(M.L)














